Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ULas Muvi

melirik pelem Maundy Thursday

Sebenarnya gw ketinggalan apdet pelem banget... sebagai pecinta pelem, kali ini gw bakal mensharekan sebuah pelem korea yang apik sangat..(gak tau kalo menurut para reader, bagus apa gak??) yahh agak tersentuh,terharu, huaaaaaaa (nangis).. ni pelem ada dari 2006, gw inget waktu itu gw masih Freshgirl from the oven a.k.a baru lulus es-em-pe dan mau masuk ke es-em-ma. waktu itu gw gaptek banget, secara mulai sejak es-em-pe, gw jarang nonton tv, blom punya leptop juga (skarang ada namanya lato) cz gw gak tinggal di rumah sendiri (cerita gw juga menyentuh, TAPI bukan ini yang mau gw ulas) huahuahua.. ntar malah panjangan cerita gw daripada pelemnya..hahaha. gw baru tau pelemnya dari temen gw yang suka banget rekomen2 pelem buat gw (sebenarnya sih itu gw yang minta2 paksa) hahhahha,,, maap ya del. tp it's ok, kita suka share pelem (tapi emank yang paling sering ya deli) hahahaha,,,haisss jd ngebrel ngalor ngidul kan.. jd intinya.. pelem kali ini sangat sedih... entah kenapa gw seneng ...

Sadar tak Sadar

Beberapa waktu lalu gw apdet steti (baca: update status) yang berbunyi (suara kalee) : " Yang kusyukuri krn memilikimu, tp jg kusesali ya krn memilikimu. #missmomjdgalau huahuahua " ==> kurang lebih seperti ini. kata2 ini gw dapatkan setelah menonton pelem Korea yang berjudul " MOM " .  gw ceritakan sekilas tentang pelemny: bagaimana pengorbanan seorang ibu untuk kehidupan anaknya, mulai dari kecil, sang ibu menabung untuk sekolah anaknya, rela berkelahi dan dipukul2 suaminya demi pendidikan anaknya, tidak mempedulikan kebutuhan diri sendiri demi anaknya. ibu yang sayang sama anaknya, ibu yang bangga sama anknya. tetapi di sisi lain  si anak merasa malu dengan ke"cerewetan" si ibu, malu ketika si ibu tawar menawar harga sambil tereak2 di pasar, si anak mengusir ibunya dari sekolah ketika ada pertemuan orang tua murid karna malu dengan ibunya, ia marah kenapa ibunya tidak melawan ayah yang slalu memukul ibunya, anak itu belum sadar akan pengor...