Langsung ke konten utama

Tak coba maka gak tak jual (gmana bacanya??)

hoahoahoa... apakabar blogku?? apakah kamu sudah makan?? apakah sudah minum?? apakah sudah mandi?? kok aku mau nulis, ada cium bau pesing yaa.. hoahoahoa... sebenarnya beberapa hari ini, perhatian menulis lebih ke note di Pesbuk, dan kemarin abis ditampar sama blog cz dia cemburu minta ditulisin juga,,,hoahoahoa... untuk akhir2 ini sih gw sibuk makanya gak bisa konsern nulis (maap ya blogku #merayu) hoahoahoa....
okeee... di blog kale ini sebenernya banyak yang pengen gw share tp gak ada yang beres, jd yang beres aja ya.....hoahoahoa... kali ini gw mau bagi2 pengalaman gw sebagai sales... akhir2 ini gw disibukkan dengan menawarkan, menjualkan dan menjadi ahli terapi ear candle dadakan (tp pro kok tenang aja) hahah... tapi yang jelas, sebelum gw menterapikan telinga orang lain, gw menterapikan telinga gw dulu, apakah benar2 memberi manfaat ato gak... sebenarnya blog gw jg pengen tp gw cari2 telinganya gak ada...dimana ya, ada yang tau?? (ora sah digagas)...hahaha. 

ini adalah pengalaman pertama menyulut obor dan meletakkannya di lubang telinga...siapa bermain dengan api, akan terbakar... tapi api yang ini bukan sembarang api, ini adalah api ajaib (opooo ra jelas)..yapp inilah indian ear candle yang di desain khusus untuk menyedot kotoran telinga (yang biasa kita sebut "congek") lebih aman, lebih bersih, lebih sehat... karena berbeda dengan pembersih telinga (yang kita kenal dengan nama "cotton bud") yang di desain hanya untuk membersihkan dinding2 telinga, tetapi kalo membersihkan bagian dalam telinga justru kotoran terdorong semakin dalam (akibatnya : kotoran menumpuk, tidak sehat) :DDDD


Ini adalah hasil kerja dari pada earcandle, para kotoran telinga tersedot keluar ... yahuddd dah pokoknya,,,,:DDDDD

Indian Ear Candle tersedia dalam 9 macam aroma terapi yaitu
  • Rose-Red = Romantic Rose
  • Light Yellow = Dreamy Lavender
  • Orange = Sweet Orange
  • Coffee = Peaceful sandalWood
  • Yellow Calm = Bergamot
  • Purple = Dreamy Lavender
  • Blue = Mild Rosemary
  • White = Fresh Corn mint
  • Green = Lifeful Tea Plant
Sebenarnya ada 9 tapi di poto cuma ada 4 sampelnya (lupa poto selengkap2nya)hohoho



nah...setelah gw berani buat diri gw sendiri + merasakan khasiatnya...karena menurut gw, ini berguna banget jadi gw sebar2in lah ke semua temen2 gw,,, dan ini salah satu dr sekian banyak pelanggan gw (pelanggan apa korban??) hoahoahoa


YAPPPP sekiannn share pengalaman kerja sambilan gw sebagai Sales + Amateur therapist of Indian Ear candle,,hoahoahoa,,Bagi yang berminat, bisa menghubungi saya (komen aja di blog) 
Biaya : 15.000 / bungkus (1 bungkus isi 2), untuk luar kota (belum termasuk ongkos kirim) :DDDD, pembelian maksimal, bisa dapat diskon..:DDD contact me for details okk..:DD Salam bisnis sosial kesehatan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Pernah Sama

 Hidup itu tidak pernah sama, miliaran orang di muka bumi ini memiliki jalan kehidupannya masing-masing. Memiliki pilihan masing-masing. Tidak pernah akan sama. Kenapa ya ketika melihat kehidupan orang lain, aku selalu merasa ingin merasakan menjadi seperti mereka. Setiap hari aku selalu bertanya di dalam kepala dan benakku, kenapa jalan hidupku seperti ini. Kenapa aku tidak bisa seperti orang-orang pada umumnya yang sepantaran usianya sepertiku. Di usiaku ini seharusnya aku sudah memiliki pekerjaan mapan, menikah, menyenangkan orang tua dan keluarga. Tetapi aku belum bisa. Terkadang aku merasa gagal, apa yang telah kulakukan selama ini? Kenapa jalan-jalan yang kupilih rasanya jauh dan lambat.  Kita seharusnya tidak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, kita harus bersyukur untuk apapun yang kita miliki. Ya aku setuju, tetapi kenapa ya aku selalu saja tergoda untuk memimpikan kehidupan orang lain. Andai saja aku seperti dia, andai saja aku memilih jalan seperti di...

Maafkan Aku, Diriku

Maafkan aku ya diriku, aku terlalu pengecut sehingga aku lebih memilih melarikan diri dan bersembunyi. Aku merasa sebuah proses begitu melelahkan, padahal aku membutuhkannya. Aku terlalu terlena mencari kenyamanan diri, sehingga aku lupa bahwa hidup tidak selalu indah seperti foto/video yang dishare di media sosial. Aku lupa bahwa hidup itu bukan media sosial. Aku terlalu sibuk merapikan yang di luar, aku lupa untuk mengasah apa yang ada di dalam. Maafkan aku ya diriku, aku lebih suka mendengar apa kata orang daripada apa yang benar untuk dilakukan sehingga aku membuatmu terombang-ambing. Membuatku terkurung pada pikiran-pikiran sempit dan berjalan pada lorong sempit yang dilewati oleh kebanyakan orang. aku lupa bahwa aku perlu keluar lorong untuk melihat langit dan padang rumput yang luas. Apa sebenarnya yang kucari? apa sebenarnya yang kuinginkan? apa yang benar-benar aku butuhkan? apa sebenarnya yang membuatku seolah terburu-buru dalam menjalani kehidupan. Tak pernah aku melihat tah...

[CERPEN] Cerdik Bukan Licik, Tulus Bukan Bulus.

Selain pandai menyimpan dendam, si Elam dikenal pandai menyimpan uang alias menabung dibandingkan anggota keluarga yang lain. Walau hidup susah, Elam selalu memegang erat ajaran gurunya bu Morela yaitu, “Hemat pangkal kaya”. Eh sebentar, nampaknya pepatah ini tidak asing dan sepertinya kurang lengkap. Oh iya, kalimat awalnya sengaja ia abaikan, mungkin karena kata “Kaya” lebih menarik perhatiannya. “Biarlah gak rajin belajar, yang penting pandai berhemat, lagian siapa yang tidak mau jadi kaya? Siapa yang mau hidup susah terus?”, pikirnya. Dia tidak benar-benar memahami pepatah itu seutuhnya, karena otaknya yang begitu cetek. Walaupun begitu, ia memang dikenal pandai berhemat bukan karena ia memiliki banyak uang untuk ditabung, tetapi karena hidup yang susah mengharuskan ia untuk hidup hemat, entah hemat atau kikir beda tipis seperti paman Gober. Tapi minimal ada hal positif yang dia teladani dari paman Gober yaitu hidup hemat, sehingga bisa menabung. Pertanyaannya adalah bagaimana ...