Langsung ke konten utama

Populasi ???

Ini cerita gak penting sih tapi cukup membuat gw senyam senyum kalo ingat cerita inih...

dimulai ketika gw ma sohib gw deli telat masuk kelas praktikum gara2 sesuatu hal (apa ya?? kasih tau gak ya??) ahahha gak penting.... yang jelas pas kami masuk,  langsung ambil posisi duduk masing2.. karena kelas sdh dimulai kami tidak bisa bersenda gurau terlebih dahulu. Kami mengikuti kelas Asdos (Asisten dosen) dengan cermat...beberapa menit kemudian...drettt drett drettt... setau gw, td brangkat gak bawa pintu kamar apalagi nyeret2 tu pintu mpe ruang kelas...hahaha kampus gw kan kampus bermodal besar...wkwkwkw,,, yappp ternyata ada cememes (baca : sms), gw seneng banget sapa tau sms dari bonyok yang berisi "nak, uang barusan dah dikirim, nanti dicek ya, kalo kurang bilang aja" ....TAPIIIIII...tetttoottt... itu cuma imajinasi gw aja,secara seumur2 bonyok kagak bakal sms macam begituan adanya juga  mereka sering sms "res, pake duit ati2 ya, kamu masih punya 2 adek yang masih sekolah" .... JLEEEBBB...tp sebage anak yang berbakti pada orang tua, gw cuma bisa pasrah aja... tp bukan keluarga gw yang mau gw critain disini ... LANJUTTT

gw ambil hape BB gw (gayaaaaaa, adanya jg Bau Busuk)hhahhaha *kidding..gw cek cememes, ealahhhh twitt*r yang cememes gw (gw langganan tw*t getuh), isinya "#FaktanyaAdalah Di jepang, jumlah peliharaan lebih banyak daripada jumlah anak2".. gw sedih, napa ya kok bisa gt..??? berhubung gw orangnya gak biasa pelit, gw bermaksud buat membagikan kesedihan ini ke sohib gw si deli... gw cari kesempatan berhubung asdos lg sibuk kasih penjelasan di depan..
dengan suara agak mendesahhhh... (kira2 seperempat suara dari yang biasanya)

gw : ssssttt...eh del..
Deli : apa??
gw : nih aku dapat twit..
Deli : apa?
gw : #FaktanyaAdalah Di jepang, jumlah peliharaan lebih banyak daripada jumlah anak2"
Deli : ohhhh...
gw : ihhh kasian ya...
Deli : iya, kok bisa ya?
gw : gak tau...hello gw bukan orang jepang
Deli : haisss..
gw : eh, coba kalo aku ke sana mungkin membantu menambah populasi manusianya ya?
Deli : (dengan santainya) hihhh.. malah nambah2in populasi binatang peliharaan aja
gw : (krn kurang menyimak, cepat2 gw tanggepin) oh iya yaa....

10 detik kemudiannn....
gw : APAAAAAAA!!!!!! nambah2in peliharaan??? jangan gt menn.....
Deli : wakakakkakakkakkaaka.... XD

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Pernah Sama

 Hidup itu tidak pernah sama, miliaran orang di muka bumi ini memiliki jalan kehidupannya masing-masing. Memiliki pilihan masing-masing. Tidak pernah akan sama. Kenapa ya ketika melihat kehidupan orang lain, aku selalu merasa ingin merasakan menjadi seperti mereka. Setiap hari aku selalu bertanya di dalam kepala dan benakku, kenapa jalan hidupku seperti ini. Kenapa aku tidak bisa seperti orang-orang pada umumnya yang sepantaran usianya sepertiku. Di usiaku ini seharusnya aku sudah memiliki pekerjaan mapan, menikah, menyenangkan orang tua dan keluarga. Tetapi aku belum bisa. Terkadang aku merasa gagal, apa yang telah kulakukan selama ini? Kenapa jalan-jalan yang kupilih rasanya jauh dan lambat.  Kita seharusnya tidak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, kita harus bersyukur untuk apapun yang kita miliki. Ya aku setuju, tetapi kenapa ya aku selalu saja tergoda untuk memimpikan kehidupan orang lain. Andai saja aku seperti dia, andai saja aku memilih jalan seperti di...

[CERPEN] Semua Gara-gara Iklan

Hari itu cerah sedikit berawan berbentuk seperti kue serabi, melihat awan saja rasanya sudah kenyang. Entah kerasukan apa, Elam tiba-tiba mengambil gunting dan pergi ke dapur. Di dapur ada nenek dan ibunya sedang mempersiapkan makan siang. Ia ke dapur dengan tergesa-gesa sambil memegang sebuah gunting besar. "Kamu ngapain ke sini bawa gunting?", tanya neneknya sambil melihat gunting di tangannya dengan posisi waspada. Elam dengan mata melotot menghiraukan pertanyaan neneknya. Makin kuatir dengan kondisi cucunya yang memang agak aneh itu, si nenek mendekat ke menantunya, "Kenapa itu si bocah?". "Udah biarin aja nek, paling dia habis kena hipnotis", kata ibunya Elam. Dengan dahi mengerut, si nenek kembali mengupas bawang merah yang sempat membuat matanya berair sambil menghiraukan Elam yang seperti orang kehilangan mencari sesuatu di setiap laci, wadah, lemari, bawah meja, dalam toples, dan sudut-sudut dapur. "Kayaknya aku pernah liat itu barang di dapu...

Maafkan Aku, Diriku

Maafkan aku ya diriku, aku terlalu pengecut sehingga aku lebih memilih melarikan diri dan bersembunyi. Aku merasa sebuah proses begitu melelahkan, padahal aku membutuhkannya. Aku terlalu terlena mencari kenyamanan diri, sehingga aku lupa bahwa hidup tidak selalu indah seperti foto/video yang dishare di media sosial. Aku lupa bahwa hidup itu bukan media sosial. Aku terlalu sibuk merapikan yang di luar, aku lupa untuk mengasah apa yang ada di dalam. Maafkan aku ya diriku, aku lebih suka mendengar apa kata orang daripada apa yang benar untuk dilakukan sehingga aku membuatmu terombang-ambing. Membuatku terkurung pada pikiran-pikiran sempit dan berjalan pada lorong sempit yang dilewati oleh kebanyakan orang. aku lupa bahwa aku perlu keluar lorong untuk melihat langit dan padang rumput yang luas. Apa sebenarnya yang kucari? apa sebenarnya yang kuinginkan? apa yang benar-benar aku butuhkan? apa sebenarnya yang membuatku seolah terburu-buru dalam menjalani kehidupan. Tak pernah aku melihat tah...