Langsung ke konten utama

X <= 5

Wahai hati yang rapuh, hendak kemanakah engkau? Pujaanmu bersama bidadari lain, apa yang dikau rasakan?
Oh betapa pilunya hati ini, letih rasanya menaruh hati di tempat yang salah. Menaruh di tempat yang tidak terlihat oleh orang lain. apakah hati ini terlalu suci ataukah hati ini memang tersembunyi? apa yang harus kulakukan? Wahai nyamuk, aku harus bagaimana?
Apakah aku hanya terlihat seperti boneka berjalan? punya hati tapi tak punya perasaan? Ingin menangis rasanya. Minggu depan aku akan berenang, meratapi hati yang sedih.

Dimana lagi aku mendapatkan kekuatan untuk menaruh minat pada seseorang? Dimana? Wahai cahaya, aku hendak sembunyi dalam terangmu. Lelah aku mengejar bayangan, bayangan yang sebentar nyata, sebentar pudar. Aku hendak menelan ludah sebentar, tetapi kali ini rasanya seperti menelan batu kerikil. Oh bunga, warnailah hatiku yang surah, berilah wangimu sedikit, karena hati ini mendekati layu, tak segar, tlah kehilangan harumnya.

Apakah ada kesempatan lagi bagiku? ah jika adapun, aku rasanya enggan untuk mencoba lagi. Apakah aku harus membiarkannya mengalir saja? Mengalir diombang-ambingkan arus dan angin. Mengalir membawa kesedihan akan diri sendiri. Mengalir, ya mengalir. Aku yakin arus dan angin itu akan mengikis kesedihan itu menjadi berkeping-keping, berbutir-butir, hingga akhirnya lenyap, hilang, menjadi satu dengan air. Rasanya ingin menangis. Menangis. Tetapi tahan sebenatr, jangan sekarang, orang di sekitarmu jangan sampai curiga. Biarlah mereka melihat wajahmu gembira. Walau di dalamnya hancur lebur seakan tak ada harapan.

Usiaku hampir berwujud bebek kembar, tapi sampai detik ini sang Pangeran itu tak kunjung datang. Dia yang tersesat atau aku yang membangun tembokku sendiri? Entahlah, aku hanya menunggu. Aku sedih. pilu. Sendu. Galau. Sepertinya inilah rasa galau itu. Ada sirup rasa antigalau gak? Jika ada, mungkin aku akan minum sampai 5 botol. 5 botol cukup mengubur lubang galau itu. Aku yakin, rasa galau ini cuma sebentar, ya hanya 5 minggu saja, maka semuanya akan baik-baik saja. Oke jiwaku? Silahkanlah galau tapi jangan lebih dari 5 minggu, oke? Deal? Deal!!!!!!!!

sumber gambar : Google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Pernah Sama

 Hidup itu tidak pernah sama, miliaran orang di muka bumi ini memiliki jalan kehidupannya masing-masing. Memiliki pilihan masing-masing. Tidak pernah akan sama. Kenapa ya ketika melihat kehidupan orang lain, aku selalu merasa ingin merasakan menjadi seperti mereka. Setiap hari aku selalu bertanya di dalam kepala dan benakku, kenapa jalan hidupku seperti ini. Kenapa aku tidak bisa seperti orang-orang pada umumnya yang sepantaran usianya sepertiku. Di usiaku ini seharusnya aku sudah memiliki pekerjaan mapan, menikah, menyenangkan orang tua dan keluarga. Tetapi aku belum bisa. Terkadang aku merasa gagal, apa yang telah kulakukan selama ini? Kenapa jalan-jalan yang kupilih rasanya jauh dan lambat.  Kita seharusnya tidak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, kita harus bersyukur untuk apapun yang kita miliki. Ya aku setuju, tetapi kenapa ya aku selalu saja tergoda untuk memimpikan kehidupan orang lain. Andai saja aku seperti dia, andai saja aku memilih jalan seperti di...

Balada meninggalnya si Taro

Ni sebuah kisah yang cukup aneh dan terkesan buru2... Karena gw jg dapet inspirasinya tiba2... Taro adalah tipikal sebuah anjing yang baik dan unyu2, sebenarnya gw gak kenal lebih deket sih sama si taro. Tp gw punya banyak temen yang pernah ato bahkan sering bergaul sama si taro,, Alkisah, hiduplah seekor anjing putih bersama ibunya dan adiknya (anjing jg) nama mereka ting ting, taro, dan coko. Mereka adalah keluarga yang bahagia walaupun tanpa kasih sayang seorang ayah.Kegiatan mereka sehari2nya hidup dalam keceriaan, sukacita, hepi (sama ya artiny), pokoknya asekk bgt lah. Mereka hidup dari belas kasihan sang majikan dan kerabat2 serta sahabat2 terdekat mereka. Mereka tinggal di kampung mahasiswa di sebuah kota kecil di pulau jawa. Mereka sangat menikmati hidup mereka, wah jd iri (jd anjing aja sono !!!!!) Hingga pada suatu hari tersiar kabar kematian taro yang kata orang2 sih mati karna diracuni. Maka hari itu menjadi hari perkabungan bagi para bangsa anjing, mereka mengutuk...

[CERPEN] Semua Gara-gara Iklan

Hari itu cerah sedikit berawan berbentuk seperti kue serabi, melihat awan saja rasanya sudah kenyang. Entah kerasukan apa, Elam tiba-tiba mengambil gunting dan pergi ke dapur. Di dapur ada nenek dan ibunya sedang mempersiapkan makan siang. Ia ke dapur dengan tergesa-gesa sambil memegang sebuah gunting besar. "Kamu ngapain ke sini bawa gunting?", tanya neneknya sambil melihat gunting di tangannya dengan posisi waspada. Elam dengan mata melotot menghiraukan pertanyaan neneknya. Makin kuatir dengan kondisi cucunya yang memang agak aneh itu, si nenek mendekat ke menantunya, "Kenapa itu si bocah?". "Udah biarin aja nek, paling dia habis kena hipnotis", kata ibunya Elam. Dengan dahi mengerut, si nenek kembali mengupas bawang merah yang sempat membuat matanya berair sambil menghiraukan Elam yang seperti orang kehilangan mencari sesuatu di setiap laci, wadah, lemari, bawah meja, dalam toples, dan sudut-sudut dapur. "Kayaknya aku pernah liat itu barang di dapu...