Langsung ke konten utama

Janganlah takut, sebab AKU menyertai engkau

Mau ketawa sambil nangis rasanya menatap TA yang tak kunjung usai. Dengan kemampuan otak minim, mesti dipaksa selesaikan bagian ini. Terngiang-ngianglah kata-kata seperti, |Masa milih sendiri dari semula, gak bisa selesein sih.| Malu-maluin aja ah res res. |Ayo res, gak ada yang kebetulan.| Ayo res, kalo rasanya jalan ini berat, bukan berarti Allah tidak memimpinmu kan?.| Rasain tuh res, makanya jangan sok-sokan ambil teknik logika.| Tenang res, ada yang mau diperlengkapi di bagian ini.| Kenapa kamu nyerah res, kamu bersyukur gak gaptek kayak kami ini.| woahhhhh *yah begitulah kira2 pikiran yang berdesak-desakan di dalam kepalaku* Mataku hanya berputar2 untuk memilih-milih hal positif yang bisa menjadi kekuatanku untuk tetap bertahan dan ce-umung-ungut.. Blahh.

Tuhan aku sudah berusaha tapi selalu gagal di bagian implementasinya. Mau berapa lama Tuhan godhog aku di bagian ini. Aku berusaha sendiri ini ya Tuhan. Aku gak punya teman dan cukup depresi mengerjakannya sendiri. Aku memang kuper, tertutup, kalo ada masalah, lebih senang dipendam sendiri, kalo mau tanya orang, pasti sungkan sekali. Aduh, aku bisa gak ya mengatasi ini, sebenarnya Tuhan mau ajari apa? sehingga aku mengalami fase ini.

Rasanya takut....

mmm Meskipun rasanya having worst day ever, tp ketika melaluinya dengan Tuhan, selalu ada kekuatan baru. Sate beberapa hari Kemarin aku belajar dari seorang tokoh yang cukup terkenal karena namanya dipakai oleh orang-orang sampai sekarang yaitu Eyang "Ishak".

judulnya, Ishak : Banyak hal yang ditakutkan.
mmm Judul yang kurang lebih cukup menggambarkan apa yang kurasakan. Takut.

Mungkin temen-temen udah bosan kali ya kalo baca notes or tulisanku pasti tentang ketakutan-ketakutan. Kata orang, takut itu wajar apalagi buat manusia, itu sifat dasar. Iya memang. Dan Perasaan ini cukup menghantui dari jaman Adam (manusia pertama) sampai manusia jaman sekarang (termasuk diriku). Ketika manusia takut, tak ada yang lebih dapat menggantikan perasaan itu kecuali rasa aman dan rasa dilindungi, dijamin keselamatannya. Itu berarti memang terdapat maksud dan tujuan adanya rasa takut yaitu agar manusia lelah mencari-cari sumber perlindungan yang ternyata hanya ada pada Sang Pencipta dan Sang Penebus yang penuh kasih yaitu Tuhan Yesus.

Saya bersyukur mengenal Tuhan Yesus dalam hidup saya, bahkan saat saya gagal sekalipun, saya masih ditangkap untuk semakin mengenal Dia, walau rasanya orang-orang tak lagi mengharapkan saya punya masa depan yang baik (karena memang masa depan tidak ada di tangan saya atau di tangan mereka, masa depan berada di titik pengenalan saya akan Bapa)

Kembali lagi ke Eyang Ishak. Apa saja ketakutan-ketakutan Ishak?? temen-temen bisa baca kejadian 26 : 1-33

1. Menghadapi kelaparan 
2. ancaman terhadap nyawanya
3. Pertengkaran kepemilikan sumur
4. Permusuhan keluarga

Apa janji Allah buat Ishak : "Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau...."

Saya berpikir Allah tidak berkata pada ishak, "Jangan takut! Aku akan menghilangkan kelaparan, Menghilangkan ancaman, Menyingkirkan orang-orang yang merebut sumurmu, mematikan saudaramu yang cari gara-gara", walaupun sebenarnya Ia bisa melakukan itu semua. See!!! Allah tidak sama sekali menghilangkan ketakutan Ishak, tetapi Allah menyertai dia dan Ia Serius dengan hal ini !!!!

Sejenak aku berpikir dan melihat kondisiku, tiba-tiba terlintas di pikiranku, "Tuhan, Ishak kan tidak sedang mengerjakan TA!!!". Tapi ada suara lembut berkata, "Emangnya ketika kamu mengerjakan TA, kamu merasa lapar? nyawamu terancam melayang? kamu bermusuhan dengan orang-orang sekelilingmu?". Aku menjawab, "mmm sebenarnya Tidak, perutku selalu dicukupkan. Aku selalu dilindungi. Orang-orang di sekitarku sangat mendukungku dalam semangat dan doa". Lalu wajahku memerah, dan aku malu sama Bapa. Tak tau diri sekali aku ini. Lalu aku bertanya,"Lalu kenapa aku stress sekali dengan TA ini, Bapa?". Bapa diam. Lalu berbisik, "Nikmati saja prosesnya, tidak usah bandingkan dirimu dengan orang lain, semua orang punya bagiannya masing2 termasuk dirimu. khusus untukmu, kau masih belum mengerjakan bagian ini dengan maksimal, karena masih ada bagian lain yang mau Aku bereskan dan selesaikan dulu, belajarlah percaya padaKu yang memilikimu! ada banyak hal yang harus kau pelajari. Fokus dan lihat padaKu serta terus kerjakan bagianmu."

Ya Aku mengerti sekarang, Bapa tidak pernah memberi janji bahwa Ia akan menghilangkan ketakutanku, tapi semua itu dia ijinkan agar aku belajar tunduk dan mengandalkan Dia, Satu-satunya sumber kekuatan sejati. 

Aku percaya Bapa yang menyertai Ishak adalah Bapa yang sama yang juga akan menyertai aku mengarungi kehidupan yang penuh tantangan dan teka-teki ini.

Allah abraham, Allah ishak, terimakasih karena jaminan-jaminanMu tetap ada dari generasi ke generasi menutupi setiap rasa takutku yang aku miliki terhadap diriku sendiri, tanggungjawabku, dan aspek hidup lainnya. Amin

*proyek Sate selama beberapa bulan ke depan - Mengapa harus takut - David Ivaska-*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidak Pernah Sama

 Hidup itu tidak pernah sama, miliaran orang di muka bumi ini memiliki jalan kehidupannya masing-masing. Memiliki pilihan masing-masing. Tidak pernah akan sama. Kenapa ya ketika melihat kehidupan orang lain, aku selalu merasa ingin merasakan menjadi seperti mereka. Setiap hari aku selalu bertanya di dalam kepala dan benakku, kenapa jalan hidupku seperti ini. Kenapa aku tidak bisa seperti orang-orang pada umumnya yang sepantaran usianya sepertiku. Di usiaku ini seharusnya aku sudah memiliki pekerjaan mapan, menikah, menyenangkan orang tua dan keluarga. Tetapi aku belum bisa. Terkadang aku merasa gagal, apa yang telah kulakukan selama ini? Kenapa jalan-jalan yang kupilih rasanya jauh dan lambat.  Kita seharusnya tidak membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, kita harus bersyukur untuk apapun yang kita miliki. Ya aku setuju, tetapi kenapa ya aku selalu saja tergoda untuk memimpikan kehidupan orang lain. Andai saja aku seperti dia, andai saja aku memilih jalan seperti di...

Maafkan Aku, Diriku

Maafkan aku ya diriku, aku terlalu pengecut sehingga aku lebih memilih melarikan diri dan bersembunyi. Aku merasa sebuah proses begitu melelahkan, padahal aku membutuhkannya. Aku terlalu terlena mencari kenyamanan diri, sehingga aku lupa bahwa hidup tidak selalu indah seperti foto/video yang dishare di media sosial. Aku lupa bahwa hidup itu bukan media sosial. Aku terlalu sibuk merapikan yang di luar, aku lupa untuk mengasah apa yang ada di dalam. Maafkan aku ya diriku, aku lebih suka mendengar apa kata orang daripada apa yang benar untuk dilakukan sehingga aku membuatmu terombang-ambing. Membuatku terkurung pada pikiran-pikiran sempit dan berjalan pada lorong sempit yang dilewati oleh kebanyakan orang. aku lupa bahwa aku perlu keluar lorong untuk melihat langit dan padang rumput yang luas. Apa sebenarnya yang kucari? apa sebenarnya yang kuinginkan? apa yang benar-benar aku butuhkan? apa sebenarnya yang membuatku seolah terburu-buru dalam menjalani kehidupan. Tak pernah aku melihat tah...

[CERPEN] Cerdik Bukan Licik, Tulus Bukan Bulus.

Selain pandai menyimpan dendam, si Elam dikenal pandai menyimpan uang alias menabung dibandingkan anggota keluarga yang lain. Walau hidup susah, Elam selalu memegang erat ajaran gurunya bu Morela yaitu, “Hemat pangkal kaya”. Eh sebentar, nampaknya pepatah ini tidak asing dan sepertinya kurang lengkap. Oh iya, kalimat awalnya sengaja ia abaikan, mungkin karena kata “Kaya” lebih menarik perhatiannya. “Biarlah gak rajin belajar, yang penting pandai berhemat, lagian siapa yang tidak mau jadi kaya? Siapa yang mau hidup susah terus?”, pikirnya. Dia tidak benar-benar memahami pepatah itu seutuhnya, karena otaknya yang begitu cetek. Walaupun begitu, ia memang dikenal pandai berhemat bukan karena ia memiliki banyak uang untuk ditabung, tetapi karena hidup yang susah mengharuskan ia untuk hidup hemat, entah hemat atau kikir beda tipis seperti paman Gober. Tapi minimal ada hal positif yang dia teladani dari paman Gober yaitu hidup hemat, sehingga bisa menabung. Pertanyaannya adalah bagaimana ...